Kamis, 02 Juni 2016

TEMAN BARU DARI BTPN SYARIAH MMS KARANGKOBAR BANJARNEGARA



TEMAN BARU DARI BTPN SYARIAH
MMS KARANGKOBAR BANJARNEGARA

Sebulan aku bekerja di BTPN Syariah dan harus keluar karena ada panggilan untuk operasi cangkok kornea kedua, tak membuatku lupa dengan teman-teman baruku yang ada disana. Yap selama sebulan aku merasakan hidup di asrama. Kayak trainee artis korea hahaha, bedanya kita tiap sabtu minggu libur dan pulang ke rumah masing-masing.


Dimulai dari paling kiri yang berbaju hitam namanya Dani kepanjangannya Margiana Suci Rimadani. Kelairan 1996 dan ternyata adik temen SMP aku. Hahah kecil-kecil udah jadi senior. Beginilah BTPN rata-rata mereka yang masuk adalah usia belasan dan awal 20an. Aku itungannya telat banged.
Kedua yang baju kuning itu leader kita namanya mba Nani kepanjangannya Nani Nursamsiyah. Dia orang Pemalang dan satu-satunya orang non Banjarnegara di Wisma kita. Kelairan 1987 dan bentar lagi mau nikah. Dia dulu lulusan hukum di IAIN Walisongo Semarang.
Yang tengah namanya Zian, kepanjangannya Sri Fauzian. Dia wakil manajer padahal kelairan 1995. Beruntunglah dia baru lulus SMA langsung masuk BTPN jadi meski nggak kuliah kariernya bisa kubilang lebih cemerlang dari Sarjana diluar sana.
Baju orange namanya Dewi. Kepanjangannya Dewi Tri Puspitasari. Dia seumuran sama akukelairan 1991 dan merupakan newbie di BTPN syariah Karangkobar. Kita terpaut seminggu duluan aku. Dia dulu sama kaya aku mengenyam pendidikan sampe sarjana. Bedanya dia di Semarang jurusan Biologi di IKIP PGRI Semarang. Asalnya dari Purwonegoro.
Terakhir yang paling kanan namanya Putri. Rumahnya dari wisma deket banged Cuma 5 menitan. Dia kelairan 1994 dan masuk BTPN tahun 2015.
Sekian teman-teman baruku selama sebulan aku merasakan hawa dingin menusuk di Karangkobar.



PENGALAMAN JADI PEMBINA SENTRA
BTPN SYARIAH

Setelah keluar dari pekrjaan yang biasa di ruangan, kali ini aku mau nge share gimana sih pekerjaan sebagai pembina sentra di BTPN Syariah. Meski Cuma sebulan karena habis itu aku keluar kerja karena ada operasi transplantasi organ yang membuat harus istirahat minimal 3 bulan. Tapi tak apa toh pekerjaannya udah apal banged suruh ngapain aja.
Dimulai dari tes kerja yang Cuma sehari dan langsung diterima. Amazing bgd kan buat tes bank Cuma sehari dan gag ada tes kesehatan pula. Aku ikut tes di salah satu universitas swasta di kotaku. Tes pertama psikotes ngerjain 30 soal yang menurutku gampang karena aku udah biasa ngerjain soal yang lebih susah (maklum biasa ikut tes kedinasan dan PT yang besar). 30 soal itu berisi deret angka, logika dan gambar. Trus psikotes selanjutnya adalah angka koran yang menjumlahkan 2 angka dan hasilnya ditulis di samping antara angka tersebut.  Jika hasilnya puluhan maka hanya angka di belakang yang dituliskan. Setelah 2 psikotes tadi dengan waktu sekitar 1 jam’an, kita disuruh istirahat untuk tau pengumuman siapa aja yang lolos wawancara. Setelah makan siang (makan sendiri gag disediain sama panitia) kita masuk ruangan lagi dan diumumkan siapa aja yang masuk tes wawancara. Dari 60an peserta tes awal, yang masuk wawancara sekitar 20 orang. Saat wawancara aku ditanya pengalaman kerjanya dulu ngapain aja, paling takut sama hal apa, mau gag ditempatin dimana aja. Pokoknya gampang menurutku pertanyannya dan kaya bukan wawancara kerja tapi kaya wawancara sama wartawan (eleh sok ngartis). Dan durasi waktunya gag sampai 10 menit. Sampai akhirnya diumumkan siapa aja yang lolos sampai akhir. Yap aku lolos diantara 8 orang lainnya. Jadi yang lolos 9 orang. Setelah kulengkapi persyaratan pemberkasan, 4 hari kemudian aku ke Semarang untuk tanda tangan kontrak. Dan seminggu kemudian aku dan mulai tugas di daerah pegunungan di kabupaten Banjarnegara yaitu kecamatan Karangkobar.
Kesan pertama disana tuh dingin banged udaranya sampe badan sakit semua karena biasa hidup di daerah panas. Tapi harus tahan, seenggaknya sampai gaji pertama keluar haha. Dan memang itu yang terjadi. Hari pertama aku Cuma dikenalin sama jobdesk, area wisma, kerjaannya nanti ngapain aja. Oh ya BTPN Syariah mewajibkan karyawannya tinggal di mess. Dan mess atau wisma itu sebagai kantor. Hari kedua baru diajak ngikut sama Pembisa Sentra (PS) senior buat liat di lapangan ngapain aja. Gilak men jalannya off road, masuk ke pedesaan terpencil yang sinyal telkomsel aja gag ada. Kadang takut kalo sore kesana ada begal apa enggak tuh. Dimulai dari narik angsuran, ke rumah nasabah yang macet buat nagih (istilahnya debt collector), nyari nasabah baru. Jadi kerjaan marketing, collector, surveryor, admin jadi satu. Hebat gag tuh. Kalo udah dapet nasabah, PS sendiri juga yang memproses data-data kelengkapan sampe surveynya. Baru approve sama atasan apakah calon nasabahnya bisa dikasih pinjaman berapa. Dan uniknya, jika mau pinjam disini wajib adalah ibu-ibu dan berkelompok, kemudian ada pelatihan selama 5 hari sebelum pencairan dan harus datang kalau enggak, enggak bisa cair pinjamannya. Dan angsuran pun harus datang karena sistemnya kelompok.
Jam kerja di kontrak memang sampai jam 5 sore, tapi kami selalu berakhir sehabis magrib karena harus mengurus data-data dulu. Jadi entah ini sistem kerja rodi atau bukan. Wallahualam.
Kalau masalah gaji, kalau yang bersyukur kaya aku ya cukup lah karena taraf S1 Rp. 1.500.000, D3 !,4 jt dan SMA 1,3 jt. Tapi kalau dibandingkan dengan bank yang lain kita masih jauh gajinya. Mungkin karena kita disediakan mess dan motor untuk operasional. Disini tidak diukur darimana kamu berasal pendidikannya, tapi kerja keras dan mau menerima. Bahkan selama ini yang kutahu yang lebih lama bertahan adalah anak SMA sedangkan yang S1 lebih banyak gag bertahan (kaya aku) ^_^.

BATUR RADEN



Awal Februari 2016 kemaren bener-bener bulan kesetresan akut bagiku. Udah hasil operasi cangkokku benar-benar gagal, teman kerjaku semua keluar dan aku harus dilebur ke perusahaan sebelah (masih satu grup) yang memiliki peraturan penjara. Diharuskan memakai rok, berpakaian syar’i  dan tentunya yang paling memberatkan adalah bekerja dengan orang yang notabene memiliki muka dua. Beraaattt. Berasa pengen keluar tapi belum sempat nyari kerja lagi. Buat penglipur lara, aku main-main lah ke Purwokerto mumpung temanku yang dari Jogja sedang ada di Purwokerto.
Taulah temanku yang paling gendut siapa lagi kalau bukan Winda. Dia bersama teman KKN nya motoran dari Jogja ke Purwokerto buat liburan ngilangin stres juga. Mereka nginep di tempatnya Anis yang udah aku kenal juga. Dia dulu anak kebidanan yang sekarang kerja di apotek K24 sebagai konsultan obat.
Dengan keadaan aku aja yang udah mandi, kita cuss ke Baturaden. Niatnya mau kecean di air anget tapi liat warnanya sama banyaknya orang yang nyemplung kita risih dan jijik jadi gag jadi deh. Akhirnya kita Cuma mainan air di kolam renang biasa sama di kamar mandi wkwkwkwk.
Yang paling gendut dan pake jilbab namanya Winda. Dia baru aja lulus dari PPAK UGM. Yang gendut gag pake jilbab namanya Anis. Dia ngekos di purwokerto asalnya sama kaya Winda dari Majenang. Kalo yang kecil namanya Echi. Dia customer service di BCA Jogja teman KKNnya Winda dan kali itu kita juga baru kenal hahah.
Pulang dari Baturaden, kita sempetin buat nonton sapi di dekat telaga sunyi. Masih di daerah Baturaden juga si.
Tak apalah meski Cuma bentar mainnya asal keluar dari kota Banjar easanya udah cukup banged. Karena abis itu aku harus konsen cari kerja lagi sama alesan buat resign ke Bos.
















Selasa, 26 Januari 2016

what things I hate most? when I was left alone, when I failed myself, when I do not even know who I was. at my age who are not young anymore even I do not have any achievement that can boast of family and myself. Sometimes I think why god gave me the unfortunate fate like this. is in the midst of people who have an identity and it boasts a while I was not. I know as an adult when in my childhood I was always fine and never harm others. this time an unpleasant incident will recur. I'd left my friends again. they will have a better life while I still be a failure like this. no specials and no fun. I only see the success of my friends while I was destined to fail alone. I do not even have a friend to tell because they already have their own identity and don’t have friends who are still failing like this. aahh why all like this. really annoying. if only I had died at a young age. I may not be as confused as this. do not have a sense of envy have no sense complaining and comparing oneself with others
당신은 아는가? Im 너무 안타깝죠. 나도 모르겠어 사람은 나다 나는 내 친구에게 행복의 볼 때, 여전히 모르는 부지사에 어딜 알아야 하지만 여전히 돈이 아 하나님 왜 나에게 생명을 주는 데. 해피  친구들처럼 원하는 인재를 돈을 가지고 모든 것을 걸고 하는 이유는??? 왜?

Sabtu, 09 Januari 2016

JEMBANGAN VIEW

JEMBANGAN VIEW

Kali ini kita ke Kebumen ke tempat wisata baru yakni Jembangan. Disini bagus untuk wisata keluarga karena banyak wahana bermain keluarga seperti sepeda air, kebon binatang dan resort. Tapi karena kami bertiga belum berkeluarga kita hanya maijn ke tempat makannya yang ada diatas danau. Jembangan berada di daerah Kutawinangun Kebumen. Kalua dari Banjarnegara bisa lewat Wadaslintang atau dari arah Sempor. Jika lewat Sempor lebih jauh tapi jalannya lebih bagus dan tidak berkelak kelok. JIka lewat Wadaslintang hanya 1,5 jam namujn jalannya bikin mabok.






Di Jembangan ini kita dipungut retribusi 4000 rupiah per orang. Yang menarik bagi kami kawula muda adalah tempat makannya hahaha. Bisa buat selfie dah. Paket makannya juga tidak terllau mahal untuk ukuran tempat wisata yang punya pemandangan bagus.

Jumat, 08 Januari 2016

LUBANG SEWU WADASLINTANG

LUBANG SEWU WADASLINTANG

Akhir tahun kemaren aku sama teman2ku main touring ke Wadaslintang Wonosobo. Disana kita ke obyek wisata Lubangsewu. Kenapa dinamakan lubang sewu? Ini dikarenakan disana banyak batu purba yang berlubang-lubang sehingga dinamakan Lubang Sewu.
Perjalanan kita dari Banjarnegara sekitar 1,5 jam. 

Kita kearah Wonosobo sebelum masuk kota ada perempatan Sawangan yang ada lampu Bangjo. Nah kita ke kakan alias kearah selatan arah kebumen. Jalannya memang WOW. Kelokannya bikin mabok beneran pokonya. Untung kita naik motor meski waktu pulang aku nabrak mobil dari belakang karena mobilnya ngerem mendadak. Yah jadi pelengkap suasana liburan dah hehehehe.

Setelah sampai di lokasi, kita dipungut retribusi sebesar Rp 4000 per orang. Jalannya agak jelek saat masuk dari gangnya karena posisinya di bawah. Tapi gag nyesel dah sudah kesana.